Halaman

Sabtu, 27 Agustus 2022

Dear Orang Baik

Haii apa kabar ??
Semoga baik ya, dan selalu dalam kebaikan! Aku percaya tuhan akan selalu jaga dan peluk orang-orang baik karena kebaikannya. Iya kamu, kamu kan orang baik :"). 
Orang baik yang sediakan tempat buat neduh
Orang baik yang sediakan kendaraan buat berpergian
Orang baik yang sediakan waktu buat cerita
Orang baik yang tangan nya selalu ada ketika ku butuh
Orang baik yang selalu hadir ketika aku sakit
Orang baik yang selalu bisa buat ketawa, meskipun kadang jokes kita gk sama
Dan pasti kamu jugak banyak lakuin kebaikan gak hanya ke saya tapi ke sekeililingmu
Untuk apapun yang sedang di lakukan semoga diberi kelancaran dan keberkahan
Untuk semua urusan semoga di beri kemudahan
Makasih untuk semuanya, 
Allah baik banget bisa buat saya kenal dengan orang sebaik kamu dan bisa masuk kedalam hidup saya.

Rabu, 24 Agustus 2022

Senja di Episode 21

Kemarin semuanya baik-baik saja. Tidak ada duka, yang terlihat hanya tawa kebahagiaan. Tidak ada kecewa, yang ada hanya rasa bangga akan kehadiran dan saling memiliki. Tidak ada penyesalan, yang ada hanya rasa syukur atas segala nikmat yang dirasakan.
Sungguh saat itu rasanya tuhan itu baik sekali. Aku diberi segalanya bahkan tanpa aku minta. Aku memiliki semuanya sekalipun aku tidak membutuhkannya.Dan saat itu aku sampai tidak tau  apa lagi yang ingin aku minta pada tuhan, dia telah memberiku semuanya bahkan lebih dari yang ku minta. Dari lahir aku sangat bersyukur dilimpahkan oleh banyak kasih sayang, terutama dari kedua org tua ku. Mereka sangat baik, orang tua terbaik di dunia. Mereka tau segalanyaa tentang anaknya. Dan mereka memberikan segalanya untuk anaknya, sekalipun itu dunia mereka. Itulah orang tua everything for my child kata mereka pada hidup. Bahkan ketika aku sakit saat kecil, lagi-lagi aku tetap bahagia dan dapat terus tersenyum dan tertawa. Karena orang tua ku sangat mengerti bagaimana membuat ku bahagia dan tetap tertawa. Namun aku tahu, pasti hati mereka sedih dan fisik mereka jauh lebih merasa sakit ketika melihat anaknya sakit. Itulah orang tua. Yang paling menderita disaat anaknya sakit, jatuh dan terluka dan yang paling bahagia melihat anaknya tertawa. Rasanya itu moment-moment terbaik dalam hidup. Meskipun saat itu usia ku 10 tahun dan aku mengalami sakit yang saat itu cukup membahayakan nyawaku. Bagaimana tidak, jika saja aku terlambat ditangani saat itu mungkin hari ini usiaku tidak akan sampai di umur 21 tahun. Lagi-lagi tuhan baik sekali, aku diberikan seorang ibu yang sangat sigap dan tanggap merespon setiap keluh anaknya. Dia juga seorang ibu yang sangat sabar. Ditahun itu, hampir setiap bulan nya aku dirawat di RS. Dengan diagnose penyakit yang tidak diketahui kejelasan pastinya. Jika hanya sakit biasa, kenapa tidak pernah sembuh dan berakhir, semua sakitnya akan berulang dengan tempo waktu tertentu. Hampir semua dokter spesialis sudah memeriksa ku, namun tetap saja tidak ditemukan penyakit yang membahayakan, sambut mereka. Dan saat itu pun tiba, ketika kondisi ku semakin menurun, bahkan berjalan saja sulit. Mungkin itu fase menyakitkan dalam hidupku, tapi lagi-lagi yang lebih menjerit dan meronta adalah kedua org tuaku. Apalagi ketika tengah malam seorang dokter spesialis yang sudah paru baya, meminta persetujuan kepada kedua org tuaku untuk segera mengoperasiku. Hal itu tentu sangat ditolak oleh mereka, bagaimana mungkin anak seusia ku saat itu harus mengalami operasi besar, namun tidak ada pilih karena nyawa menjadi bayarannya jika tindakkan pengoperasian tidak segera dilakukan. Saat itu, aku melihat tangis mereka, bahkan masih sangat jelas tergambar di ingatanku. Bagaimana hancurnya raut diwajah mereka. Aku yakin rasa sakit yang aku alami saat itu tidak sebanding dengan pedihnya penderitaan mereka melihat kondisi ku saat itu. Hingga akhirnya, keputusan sulit itupun diambil. Tidak berenti disitu, lagi-lagi tuhan masih menguji kami dengan penyakit baru yang kembali ku rasakan. Dengan perasaan dan duka yang sama, mereka tetap berusaha menghiburku, tak pernah ada hardik ataupun justifikasi kesalahan. Yang ada hanya kehangatan akan kasih sayang. Jika bisa dikatakan mungkin yang kurasakan saat itu, fisik ku sakit tapi jiwa ku tidak. Aku tetap bahagia, apapun kondisinya. Mungkin sekalipun aku tiada saat itu, aku akan tiada dengan rasa bahagia dan penuh syukur. Banyak sekali nikmat yang aku rasakan saat itu, dan banyaknya pengorbanan yang aku lihat dari kedua orang tua ku. Rasanya tidak ada masalah yang berarti dalam hidup kami saat itu, mereka selalu menjadi orang tua terbaik yang sangat aku kagumi.

Waktu terus bergulir, akupun mulai beranjak dewasa.kesedihan pun perlahan mulai datang. Mulai memasuki dan mengambil alih ruang-ruang yang penuh kebahagiaan dalam bilik-bilik hati ku. Gulir setiap waktunya mengganti semua pelangi menjadi badai. Yang membuat hari ini, aku tidak lagi menyukai warna lain selain hitam dan putih. Ruang-ruang gelak tawa itu perlahan sirna, tinggal kekosongan,dan dimasuki oleh amarah, kekecewaan dan  hardik yang tak pernah ada habisnya. Katanya, usia 17 atau 18 tahun adalah fase dewasa dalam hidup setiap orang. Itu merupakan fase peralihan seseorang untuk ada pada tingkat dewasa. Saat usiaku memasuki 18 tahun, benar saja. Ujian itu langsung datang menyapaku, tepat dihari ulang tahunku yang ke 18. Kegaduhan yang semakin menjadi mulai mengisi ruang hari-hariku. Semuanya sangat berbeda, hingga aku sulit berpikir apakah aku bermimpi atau selama ini aku bermimpi dan kenyataan itu adalah kondisi hari ini. Mana yang sebnarnya mimpi dan mana yang sebenarnya terjadi.  18 tahun adalah awal masa tersulit ku, hingga aku sadar bahwa, aku tidak pernah bermimpi. Semuanya itu nyata, dan terjadi dalam hidupku. Kata orang, hidup yang luar biasa itu ketika didalamnya kita merasakan suka dan duka. Tidak hanya suka, tapi juga duka. Tidak hanya duka, tapi juga suka. Tuhan itu adil, dia memberi setiap orang kebahagiaan, namun dia juga memberi setiap orang kesedihan. Lagi-lagi tuhan itu baik sekali pada ku. Tuhan ingin aku segera mendewasa, bahkan diawal usia pendewasaan ku. Membalik segala kondisi dan situasi yang selama ini ku miliki dan ku alami. Semakin hari, dan semakin mendewasa aku banyak belajar,dan sadar. Ternyata sejak dulu, bahkan sejak aku lahir kesedihan itu sudah mulai datang. Namun semua kesedihan dan duka itu ditanggung oleh kedua orang tuaku. Tak pernah mereka bagi dengan anaknya. Ternyata sejak dulu ada yang saling bertahan demi senyuman dan kebahagiaan anaknya. Ada yang terus bersabar, meskipun sakit selalu menghampiri. Dan hari ini yang menjadi pertanyaan terbesar nya adalah, bagaimana mungkin kedua orang baik bahkan yang sangat baik bisa saling menderita dan tidak bahagia? Diusiaku yang sekarang mereka mulai menceritakan segalanya, mulai dari sejak dulu. Mereka mulai membagi duka-duka mereka. Jujur saja, mungkin jika aku di posisi mereka aku tak akan sanggup bertahan sampai dititik ini. Untuk apa bertahan pada sesuatu yang membuat kita tidak bahagia. Namun lagi-lagi, alasannya hanya satu untuk anaknya. Mereka bertahan sampai detik ini demi anak. Hingga akhirnya setelah kami mulai beranjak dewasa, mereka menceritakan segalanya. Dari yang ku baca sejauh ini, jika ada yang salah maka mereka berdua salah dan jika ada yang harus disalahkan maka kami, anaknya lah yang menjadi kesalahan terbesar. Karena harus terus bertahan dalam kondisi yang sebenarnya saling menyiksa mereka. Namun, aku tidak melihat ada kesalahan disini. Yang kulihat adalah adanya perbedaan prinsip dan ke egoisan. Sekali lagi, mereka tidak salah. Rasanya jika semuanya berjalan sendiri-sendiri tanpa kembali bersama itu akan lebih baik. Kadang kita berusaha sekuat tenaga untuk bertahan dan bersabar akan apa yang telah kita pilih, padahal terkadang tuhan memberi kita pilihan lain untuk mendatangkan kebahagiaan. Dan kebahagiaan itu harus diperjuangkan, harus berani melepaskan sesuatu dan memperjuangkan yang baru dalam hidup. Karena sejatinya hidup ini harus terus berlanjut.
Harapan ku hanya satu, apapun keputusannya semoga itu membawa kita pada kebahagiaan. Kebahagiaan harus diperjuangkan. Dan hidup sejatinya adalah bagaimana cara kita untuk dapat bahagia.
Tuhan terimakasih, aku yakin dibalik semua ini engkau sedang mendewasakan ku. Engkau ingin aku kuat dan tegar, bantu aku untuk mengerti semuanya. Jika aku boleh meminta, tolong kembalikan lagi semua gelak kebahagiaan yang dulu memenuhi setiap ruang dihatiku, kembalikan lagi semua pelangi seperti dulu. Jangan buat aku buta akan arti kebahagiaan yang sebenarnya.
Tolong hadiahilah kedua orang tuaku kebahagiaan, aku mohon. Angkat duka mereka, jika bisa gantikan saja kebahagiaan ku untuk mereka. Sudah terlalu banyak kesedihan dan penderitaan dalam hidup mereka. Angkatlah duka mereka, ku mohon.
Jaga mereka dalam penjagaanMu, Yang Maha  Kuat :)

Senin, 22 Agustus 2022

Black Hole

Aku benci ruangan ini
Ruang yg gelap, kosong dan tak ku temui seorangpun di dalamnya
Aku melihat ke indahan semesta dari luar jendela
Aku melihat banyak kebahagian dari jendela ruangan ini memandang ke arah luar
Aku melihat mereka ingin mengajak ku keluar dari ruangan ini
Ruangan yg menjadi tempatku bertumbuh dan setia menemani ku
Mulai ku berani kan diri untuk keluar dari ruangan ini
Tapi ternyata keindahan yg pernah ku lihat dari jendela tak menemui ku
Aku tak melihat apapun setelah aku keluar dari ruangan ini
Aku kembali hanya menemukan diri ku 
Di tempat yg penuh keramaian dan pencahayaan 
Aku tak lagi melihat banyak tangan yg kemarin melambaikan tangan dari luar jendela
Aku kembali memeluk diri ku di tengah keramaian, di tengah kebisingan dan gaduhan
Aku kembali ke ruangan yg ku benci, mungkin ini memang tempat terbaik ku
Tak ku temui siapapun di luar sana
Aku kembali memeluk diriku di sana, seperti halnya apa yg selalu ku lakukan di ruangan yg gelap ini. 
Ruangan yg hanya ada aku di dalamnya
Aku kira aku terjebak di ruangan ini, 
Aku mencoba keluar dan mengikuti lambaian tangan yg mengajak ku pergi bersama mereka
Aku berusaha keluar dari ruangan ini, ku ikuti mereka tapi tak kutemui siapapun disana
Bahkan di keramaian hanya kutemui diri ku seperti hal nya ruangan itu yg tak ada siapapun kecuali aku
Setidaknya ruangan itu memberi kan ketenangan dan kenyamanan
Mungkin memang ini lah tempatku
Hanya ku temui diriku,
Dan hanya aku yg bisa memeluk diriku sendiri
Pekanbaru, 06 Juli 2022 

Tetesan di Hari Bahagia

Sebuah lingkaran yg mempertemukan
Sebuah lingkaran yg menyatukan
Sebuah lingkaran yg saling mengikat antara satu hati dan hati yg lainnya menjadi satu kesatuan
Hati kita saling terpaut dan mengikat untuk sebuah tujuan, 
Kita bagaikan mata rantai yg saling terhubung
Tapi ada masa dimana, lingkaran itu melepaskan satu persatu mata rantainya,
Mata rantai yg akan membentuk lingkaran kecil, yg akan membawanya lebih dekat menujuh Jannah Nya, insya allah
Bertemu dengan mu adalah sebuah kebahagiaan dan pelajaran yg tak terlupakan
Dan walimahan mu adalah hari yg sangat spesial meski akhirnya kita akan terpisahkan oleh kepulauan
Lingkaran yg saling menyatukan, saling mengikat erat, saling mengasihi dan menyayangi 
Frekuensi tatap muka kita mungkin bisa di hitung jari karena pandemi
Tapi untaian do'a robithoh kita semoga jadi bukti bahwa rantai kita tak pernah terhalang waktu ataupun jarak
Hati-hati yg terpaut mengingat rabb nya
Hati-hati yg terpaut mengingat visi nya
Hati-hati yg terpaut saling menguatkan satu dengan lainnya
Tak ada rantai yg terputus, 
Percayalah kita hanya memisah untuk membentuk rantai2 yg baru
Pekanbaru, 20 agustus 2022

Kado untuk Sahabat

Jika menikah adalah ibadah terlama 
Maka semangat semoga sampai pada tujuannya
Jika menikah jalan yg menuntun kita lebih dekat kepada janah nya
Maka selamat memasuki nya
Tak perlu mengatakan apapun untuk perasaan cinta itu, karena pernikahan sudah membuktikan pembuktian dari cinta itu sendiri
Dia memperjuangkan mu dan kamu pun berjuang dangan menerimanya
Sungguh kisah yg saling memperjuangkan
Kisah yg saling menyetengahkan untuk menjadi satu nilai kesatuan

Hari ini aku melihat pelangi di awan itu
Aku berharap meskipun awan itu terlintasi oleh badai tapi akan selalu ada pelangi setelahnya

Jika menikah salah satu moment yg paling membahagiakan dalam hidup mu, maka akupun ikut berbahagia karena nya.
Selamat merayakan cinta!
Pekanbaru, 10 Agustus 2022