Halaman

Jumat, 04 Februari 2022

Lembaran yg Selesai

Pekanbaru, 24 Januari 2022
Terimakasih pertemuan, wajarkah berfikir tentang harapan? Tapi sebelum di mulai harus langsung di selesaikan dan di padamkan. Semesta tak pernah bercanda mempertemukan insan manusia di dunia
Tuhan gk pernah keliru dalam menentukan takdir setiap anak manusia, takdirnya bukan dari kemauan dan keinginan kita, Tapi dari kebaikan dan kemaslahatan umat manusia siapa yg meragukan ketentuan yg telah Allah kehendaki?  Setiap pertemuan melahirkan cerita dan kenangan, tapi menjadi bijak jika kita berhasil mengambil pelajaran atas sebuah pertemuan. Pertamuan mengajarkan banyak hal, tentang saling mengenal, saling peduli, saling lindungi, saling jaga bahkan tidak jarang menimbulkan rasa. Tidak ada yg bisa menerka apa arti dari setiap pertemuan yg sengaja semesta ciptakan antar anak manusia . Tidak ada pertemuan yg tidak berkesan, tak jarang pertemuan melahirkan kenangan dan harapan. Ntah apa rencana dari tuhan, sebagai manusia kita hanya bisa melakukan yg terbaik untuk setiap hal yg terbentang lebar yg akan kita lalui. Tidak ada pertemuan yg harus di sesali, sekalipun tidak semua pertemuan mengantarkan kita ke titik terindah dalam hidup . Sudah selayaknya tetap berterimakasih kepada semesta yg menpertemukan anak-anak manusia hingga bisa saling sapa dan kenal lebih jauh satu dengan yg lainnya. Katanya pertemuan itu hanya gerbang, untuk kita lalui dan kita pilih jalan mana yg akan kita lalui setelah dari gerbang itu. Tak jarang pertemuan jugak mengantarkan kita dengan perpisahan . Bukan fisik yg berpisah, tapi rasa yg harus hilang dan tanpa sisa balik seperti awal tanpa ada yg tersirat satu dengan yg lainnya.
Bagaimana bisa daari sebuah gerbang membawa kita untuk berani bermimpi menjelajahi cakrawala dunia. Dari sebuah pertemuan mengajarkan kita bahwa dunia ini isinya tidak hanya kita, tapi ada org lain yg mungkin punya mimpi dan keinginan sama dengan kita. Ada org lain yg juga harus kita hargai dan hormati ruang hidupnya di dunia. Yg membuat kita lebih mengerti apa itu semesta dan kenapa manusia di ciptakan di dunia. Dari semua langkah, tempat dan pertemuan yg dilalui, ada sebuah pertemuan yg mempertemukan dua insan manusia tanpa sengaja atas dasar tujuan dan keinginan akan sebuah perjuangan. Bukan perjuangan atas dasar keuntungan dan kesejahteaan perorangan. Tapi perjuangan dengan tujuan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat yg hak-hak nya telah dirampas dan keadilan nya tak di tegakkan. Perjuangan yg di dalamnya tidak ditemukan jalan yg mudah, tidak di temukan waktu untuk tertawa lepas bahagia menikmati indahnya dunia. Perjuangan itu mengorbankan banyak hal, waktu, materi, kenyamanan, keamanan bahkan keselamatan para pejuang di dalamnya. Ntah kebodohan atau ketulusan yg sedang di pegang. Dengan visi, tujuan dan keresahan yg sama membuat kenyamanan dan meningkatkan komunikasi antar anak manusia. Bagaimana mungkin bisa timbul sesuatu di tengah kekalutan yg sedang di jalani dalam jalan juang. Ada sesuatu yg tidak pernah bisa di jelaskan sampai sekarang, ntah apa namanya.  Bagaimana mungkin dari pertemuan dengan ketulusan niat untuk masyarakat menjadi sebuah jalan panjang untuk insan manusia merajut pemikiran dan saling bertukar keresahan. Puluhan topik telah kita selesaikan dalam runut pembicaraan yg sangat panjang, ratusan menit telah memfasilitasi kita dalam menyampaikan asa,ratusan diskusi telah menjadi tokoh utama dalam waktu yg menyatukan kita. Puluhan masalah telah coba kita runut hingga bisa terbaca dengan mudah . Tak pernah ada selesai dalam setiap cerita kita di setiap pertemuannya . Tak pernah ada kata “sudah” dalam dialog antar kita. Tak pernah ada miss komunikasi karena kita sefrekuensi. Hingga akhirnya tak perlu menjelaskan panjang lebar akan sebuah masalah, hanya satu dua patah kata kita bisa saling memahami apa maksudnya. Tak pernah ada yg membosankan dari setiap diskusi dan perdebatan yg kita lalui. Waktu berjalan sangat cepat ketika mengawal setiap pembahasan yg sedang kita selesaikan. 
Aku pernah berfikir dan merenung, apa arti dari semua yg tak pernah selesai ini. Apa arti dari semua cerita yg sudah kita narasi kan dari awal. Apa ujung dari pembahasan yg tak pernah selesai dan tak pernah berujung dalam setiap ceritanya? Apakah narasi-narasi ini semua ad ujungnya ? lalu apa ujung dari semua narasi ini ?
Pertanyaan dan perenungan itu yg selalu berkutat di dalam kepala akhirnya terjawab. Dan narasi itu semua tak akan pernah ada lagi. Semua pembahasan dan diskusi panjang yg tak pernah selesai di makan waktu pada akhirnya akan benar-benar selesai. Tak akan pernah ada lagi diskusi panjang yg dulu tak pernah berujung. Karena sekarang semuanya akan selesai. 
Terimakasih pertemuan, karena mu aku bisa mengerti dan mengenal warna warni hidup karena mu mesin waktu ku berjalan penuh denga memori pembahasan panjang tentang peradaban dan pembentukan jati diri seorang anak manusia. Ternyata pertemuan yg di hiasi dengan narasi diskusi dalam setiap detik nya tak berhasil menyusunnya menjadi sebuah simpul untuk di bukukan. Buku ku belum sepenuhnya selesai, ada lembaran yg tak mungkin lagi untuk di lanjutkan . masih ada lembaran baru untuk melanjutkan sebuah cerita. Ntah dengan siapa dan bagaimana, tapi semoga narasinya akan selalu ada dan semakin berwarna. Keinginan ku sederhana, buku ini tidak hanya dapat di baca dan di nikmati oleh sang penulisnya tapi jugak dapat dirasakan oleh setiap insan manusia. Terimaksih telah menjadi bagian dari kisah yg pernah aku tulis walaupun tak sampai pada akhir cerita. Semoga kisah mu indah dibangun dengan narasi besar yg banyak sekali sudah kau cetuskan lewat ide dan pemikiranmu yg luar biasa.